Wida Winarno, PenggagasIndonesian Tempe Movement

Wida Winarno, Penggagas Indonesian Tempe Movement

Ignatia Widya Kristiari atau lebih dikenal dengan Wida Winarno merupakan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 22. Kiprahnya dalam mengurus perusahaan tidak diragukan lagi. Setelah karirnya berhenti dari sebuah perusahaan pada tahun 1991 ia membuka butik baju anak di kediamannya. Ia memang seorang wanita yang hobby handicraft. Butik pun berkembang dengan menambah jenisbaju untuk orang dewasa, bahkan meluas menjadi interior rumah, dan kini menjadi Wid Florist di Jalan Salak No. 6 Bogor.

Tidak hanya itu, pada tahun 2002 Wida dipercaya untuk membantu mengurus PT. Embrio Biotekindo www.mbriofood.com,yaitu suatu perusahaan yang fokus pada keamanan pangan. Setelah menekuni dan membesarkan PT. Embrio, ia mulai merasakan kecintaannya pada dunia pangan, hingga akhirnya pada usia 46 tahun ia kembali ke bangku kuliah mengambil studi master (S2) di salah satu perguruan tinggi pada Fakultas Teknobiologi. Didukung oleh ayahnya yang seorang ahli pangan yang juga Guru Besar IPB yaitu Prof.Dr. FG Winarno, memudahkannya untuk berinteraksi dan berdiskusi terkait perkuliahan. Alhasil berbagai akreditasi PT Embrio Biotekindo bertambah.

Berbagai peran juga banyak dilakukannya, seperti menjadi seorang trainer, auditor, peneliti, dan tentunya sebagai ibu rumah tangga. Diusianya yang ke-40 pada tahun 2006, Wida mendirikan Fit & Healthy Community (FHCom), yaitu suatu komunitas untuk mewadahi orang-orang yang senang akan gaya hidup sehat. Komunitas persahabatan ini memenangkan Sisterhood PESONA Magazine 2010. Hingga saat ini persahabatan tersebut tetap terjalin dalam komunitas dan saling membangun.

Selanjutnya, pada pertengahan tahun 2014, Wida bersama tiga generasi Winarno memulai persiapan untuk menyelenggarakan International Conference on Tempe dan berlanjut dengan Indonesian Tempe Movement (ITM).  “ITM bertujuan untuk membangkitkan kecintaan dan kebanggaan akan pangan budaya bangsa Indonesia dan menyebarkannya ke seluruh dunia. ITM merangkul berbagai unsur baik para ilmuwan, wanita dan anak muda untuk bergerak bersama,” paparnya.

Kerjasama antara ITM dengan angkatan 22 IPB (Grhasita) menghasilkan pelatihan pembuatan tempe tradisional dan modern yang lebih hemat air, hemat bahan baku dan minim limbah. Pelatihan ini disebut Green Tempe 22, saat ini telah berlangsung tigabatch dan diadakan setiap dua bulan sekali.

“Saya rasa saya adalah tipe orang yang tidak gampang menyerah, dan Tuhan mempercayakan kepada saya banyak ide dan kemampuan untuk keluar dari kesusahan. Saya menikmati kerjakeras, saya mudah bersyukur dan saya menyenangi pekerjaan saya,” ujarnya.

Wida masuk IPB tahun 1985 dari SMA Regina Pacis Bogor. Masuk IPB melalui program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Setelah melewati masa Tingkat Persiapan Bersama (TPB), iamasuk jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEK)Fakultas Pertanian IPB, dan lulus tahun 1989.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *