disentri pada anak

Disentri pada Anak

Kasus disentri pada anak sering terjadi karena kontaminasi dari makanan yang kurang terjamin kebersihannya. Anak-anak paling rentan terkena disentri karena kebisaaan mengkonsumsi makanan tanpa melihat kebersihan dari makanan tersebut. Sebut saja, kebiasaan anak sekolah yang sering jajan sembarangan. Makanan yang dihinggapi lalat berpotensi menjadi penyebab disentri. Proses pengolahan makanan yang tidak higinis juga dapat menjadi penyebab disentri.

Berdasarnya penyebabnya, disentri dibagi menjadi dua macam, yaitu disentri basiller dan disentri amoeba. Disentri basiller disebabkan oleh bakteri shigella, sedangkan disentri amoeba disebabkan oleh amoeba bernama Entamoeba histolyca. Umumnya, disentri basiller lebih ringan dibanding dengan disentri amoeba.

Meskipun disentri dapat disembuhnya tanpa penanganan medis, namun sebaiknya kita waspada akan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Pada kasus disentri akut, penanganan yang terlambat dapat menyebabkan dehidrasi, badan menjadi lemas, bahkan berujung pada kematian. Jika anak Anda mengalami diare lebih dari enam kali dalam rentan waktu 24 jam, sebaiknya Anda memeriksakan ke dokter. Ketahanan tubuh yang dimiliki anak-anak terhadap dehidrasi lebih rendah jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Penting bagi orang tua untuk waspada terhadap penyebab disentri pada anak. Beberapa pencegahan yang dapat Anda lakukan dengan beberapa cara. Pertama, memproses dan mengolah makanan secara higinis untuk dikonsumsi anggota keluarga. Kedua, membiasakan anak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Ketiga, biasakan untuk mengkonsumsi makanan yang dimasak matang.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *