syarat pengajuan kpr

Syarat Pengajuan KPR Bagi Wiraswasta

Bagi Anda yang menginginkan untuk memiliki rumah dalam jangka waktu yang tidak lama, Anda dapat mengajukan diri Anda sebagai pemohon Kredit Kepemilikan Rumah. Kredit Kepemilikan Rumah atau yang lebih sering dikenal dengan KPR ini merupakan salah satu jalan mudah yang, umumnya, berbentuk jasa bantuan dari bank. Berbagai macam bank memang dengan sengaja memberikan jasa ini sebagai salah satu bantuan untuk konsumennya. Salah satu bank tersebut adalah Bank BTN yang memberikan kemudahan dalam pengajuan hal persyaratan pengajuan KPR. Tertarik juga kah Anda untuk mengajukan KPR ini? Mau juga kah Anda untuk mengajukan syarat pengajuan KPR ke Bank BTN? Simak kelanjutannya di artikel ini.

Secara umum persyaratan standar yang harus dipenuhi terlebih dahulu adalah usia pemohon yang tidak boleh melebihi 50 tahun ketika sedang mengajukan permohonan KPR kepada Bank BTN. Kemudian, diperlukan pula fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon, fotokopi kartu keluarga (KK) pemohon yang telah dilegalisir, fotokopi akta nikah atau akta cerai, surat keterangan Warga Negara Indonesia bagi Anda yang merupakan WNI keturunan, serta dokumen-dokumen yang menyatakan kepemilikan agunan seperti IMB, SHM, dan PBB. Kesemua syarat pengajuan KPR tersebut harus dilengkapai tanpa tertinggal satupun.

Selanjutnya, ada beberapa syarat tambahan yang dipenuhi sesuai engan tipe pekerjaan. Sesuai dengan judul yang diangkat pada artikel ini, maka topik yang dibahas akan lebih tertuju pada orang yang ingin mengajukan KPR yang pada dasarnya ia adalah seorang wiraswasta atau orang dengan penghasilan yang tidak tetap. Jika Anda termasuk satu di antaranya, Anda wajib pula melampirkan beberapa dokumen tambahan. Dokumen ini akan melancarkan proses pengajuan permohonan KPR Anda agar dapat sukses dikabulkan. Secara umum, dokumen dalam syarat pengajuan KPR ini adalah dokumen bukti mengenai transaksi keluangan usaha yang dilakukan, catatan rekening Bank BTN yang dimiliki, fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang ada, fotokopi SIUP, surat keterangan tambahan mengenai izin usaha yang dilakukan (misalnya, sebagai dokter yang membuka usaha praktik sendiri, diperlukan untuk melampirkan Surat Izin Praktik (SIP) yang dimiliki), serta TDP (Tanda Daftar Perusahaan) terkait.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *